Mengubah Limbah Sekam Padi Menjadi Produk Bernilai, Tim Hibah Pembelajaran Berdampak ID 1637 Kenalkan Produksi Arang Sekam kepada Masyarakat Desa Giriroto

 

UNS – Limbah sekam padi sering kali hanya dibuang atau dibakar setelah proses penggilingan padi selesai. Padahal, limbah pertanian tersebut memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, dengan mengolah limbah sekam padi menjadi arang sekam sebagai bahan pendukung media tanam.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian sekaligus memperkenalkan alternatif produk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman. Program tersebut juga menjadi salah satu upaya dalam mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Potensi Sekam Padi sebagai Pendukung Media Tanam

Menurut Theresia Yunita Lim selaku Ketua Tim Hibah Pembelajaran Berdampak, sekam padi merupakan limbah pertanian yang jumlahnya cukup melimpah di Desa Giriroto. Namun, pemanfaatannya masih belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. “Setelah melakukan survey kemarin, ternyata banyak sekali limbah sekam padi yang dihasilkan di desa ini. Namun, sayang sekali pemanfaatannya belum maksimal” ujar Theresia, Senin (18/5/2026).

Arang sekam memiliki berbagai manfaat bagi media tanam, di antaranya membantu meningkatkan aerasi tanah, menjaga kelembapan media, serta mendukung pertumbuhan akar tanaman. Selain memiliki manfaat teknis dalam budidaya tanaman, arang sekam juga berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi karena proses pembuatannya relatif sederhana dan bahan bakunya mudah diperoleh.

 

Sosialisasi dan Pelatihan Bersama Masyarakat

Sebagai bentuk implementasi program, tim Hibah Pembelajaran Berdampak menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pada 18 Mei 2026 di Aula Balai Desa Giriroto yang dihadiri oleh 68 peserta yang terdiri atas anggota PKK dan perangkat desa. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Tim Hibah Pembelajaran Berdampak, Theresia Yunita Lim, serta Ketua PKK Desa Giriroto, Harmini.

Pada kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai manfaat arang sekam, tahapan pembuatannya, serta peluang pengembangan produk berbasis limbah pertanian. Untuk mendukung penyampaian informasi, tim juga membagikan brosur edukasi yang berisi informasi mengenai proses pengolahan sekam padi menjadi arang sekam.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi pembuatan arang sekam secara langsung. Demonstrasi dilakukan mulai dari tahap persiapan bahan baku hingga menghasilkan arang sekam yang siap digunakan sebagai bahan pendukung media tanam. Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas teknik produksi, manfaat produk, serta peluang pengembangannya.

Mendorong Nilai Tambah Limbah Pertanian

Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, masyarakat memperoleh pengalaman langsung dalam mengolah sekam padi menjadi produk yang lebih bermanfaat. Produk arang sekam yang dihasilkan menunjukkan bahwa limbah pertanian dapat dimanfaatkan menjadi bahan pendukung media tanam yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Untuk mendukung keberlanjutan program, peserta juga diperkenalkan pada strategi pengemasan dan pemasaran produk melalui platform digital seperti Shopee. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru berbasis pemanfaatan limbah pertanian di tingkat masyarakat.

“Saya harap kolaborasi ini bisa menguntungkan kedua belah pihak dan menambah wawasan kita semua dalam memanfaatkan limbah sekam padi di desa ini” kata Harmini, Senin (18/5/2026).

Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Giriroto dapat semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan serta mampu mengembangkan pemanfaatan arang sekam sebagai produk yang bermanfaat bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat desa.

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp

Berita Terkait

Berita Terbaru